Pages

Selasa, 18 Januari 2011

Bocah 16 tahun penakluk samudra

ABBY SUNDERLAND baru berusia 16 tahun ketika memutuskan untuk berlayar mengelilingi dunia secara solo, menggunakan sebuah kapal sepanjang 40 kaki tanpa berhenti. Beberapa hari lalu, dia harus diselamatkan setelah kapalnya lumpuh akibat amukan badai di Samudera Hindia.

Petualangan Abby mengarungi samudera dimulai sejak 23 Januari 2010, bertolak dari Marina del Rey, California, sebagai garis start. Hanya satu ambisinya, yakni memecahkan rekor sama yang sudah lebih dulu dicapai oleh saudara kandungnya, Zac Sunderland. Tahun lalu, Zac menjadi orang termuda pertama yang berhasil berlayar mengelilingi dunia secara solo di usia 17 tahun.

Pelaut muda asal Amerika Serikat itu berlayar di atas kapal bernama Wild Eyes, dan sempat berhenti di Cabo San Lucas, Meksiko. Abby kemudian memulai ulang petualangan keliling dunianya pada 6 Februari 2010, dan berencana untuk berlayar solo, nonstop, dan tanpa bantuan. Akan tetapi, kendala teknis membuatnya terpaksa berhenti lagi di Cape Town untuk memperbaiki kerusakan.

Masalah tersebut mengakhiri niat awalnya untuk berlayar tanpa henti. Namun, dia masih memiliki peluang bagus menjadi pelaut termuda yang berlayar mengelilingi dunia. Malangnya, pada 10 Juni 2010, ketika Abby sedang berlayar mengarungi laut yang bergolak dan angin kencang di perairan Samudera Hindia, tiang layar kapalnya patah sehingga dia terpaksa mengaktifkan sinyal tanda darurat.

Upaya pencarian dan penyelamatan pun segera dilancarkan. Abby berhasil diselamatkan dua hari kemudian, sesudah berlayar selama hampir empat setengah bulan dari Marina del Rey. Wild Eyes ditemukan di selatan Samudera Hindia, sekitar 2.000 mil sebelah barat daya Kota Perth, Australia.

Abby adalah anak kedua dari tujuh bersaudara buah hati pasangan Marianne dan Laurence Sunderland. Sejak kecil, gadis kelahiran 19 Oktober 1993 itu sudah terbiasa pergi berlayar bersama keluarganya.

Pengalaman sebagai kelasi seumur hidupnya itu, membuat Abby mempersiapkan petualangan keliling dunianya sejak berusia 13 tahun. Dia sudah terlatih berlayar bersama para pelaut berpengalaman, termasuk bersama sang ayah yang paham betul ambisinya.Selepas pengalaman terombang-ambing di lautan lepas tersebut, Abby mengumumkan rencana untuk menulis dan menerbitkan buku tentang perjalanan itu. Dia juga tidak patah semangat, dan tetap menyimpan niat untuk meneruskan ambisi berlayar keliling dunia secara solo di waktu mendatang.

Galery Produk Kami :