Pages

Selasa, 18 Januari 2011

Dulu miskin si Nico itu

Dua hari terakhir, nama Nico menjadi buah bibir warga di kawasan Teluk Gong, Pejagalan, Jakut, soal aksi brutalnya mengumbar tembakan pada bus Transjakarta.

Nico alias Siang Fuk pernah jadi bagian dari Teluk Gong. Pria 28 tahun dengan empat anak ini sejak remaja tinggal di salah satu rumah kontrakan di daerah itu bersama orangtuanya.

Salah satu yang mengenalnya, sebut saja Agus (nama samaran). Kata Agus, pria asal Pemangkat, Kalimantan Barat, tersebut semasa remaja selalu membantu orangtuanya berjualan minuman beralkohol. “Usaha mereka maju. Sampai tiba-tiba digerebek polisi kami baru tahu mereka ternyata memalsukan merek dagang,” ujar Agus.

Sejak itu kondisi keuangan keluarga Nico melorot tajam. Nico muda mulai tak karuan. Terlebih saat orangtuanya meninggal. “Nico jadi senang mabuk dan kalau sudah teler membuat onar,” ungkapnya. Akibatnya, Nico kerap berurusan dengan polisi. “Tapi beberapa orang kasihan lalu kasus ditutup dengan cara kekeluargaan.”

Selain itu, Nico juga gemar dengan benda keramat. Aneka kalung, cincin atau gelang disebut-sebut menjadi koleksinya. “Bahkan, Nico mau membayar Rp18 juta untuk kalung keramat.” ujarnya. “Mungkin ia yakin dengan keampuhan benda itu.”

Namun, sejak empat tahun lalu, Nico tak pernah terlihat lagi. Belakangan, sekitar dua tahun terakhir, Nico mendadak kaya. Ia disebut-sebut punya saham tempat hiburan malam terkenal di Jakarta Barat. Oleh karena itulah, dari tinggal di rumah kontrakan di Teluk Gong, kini Nico memiliki rumah mewah di kawasan elit Jakarta Pluit, Jakarta Utara.

Dalam ingatan sejumlah warga Teluk Gong, tindakan Nico mengumbar peluru ke bus tak mengherankan. “Sejak dulu ia emosional dan arogan,” kata satu warga.

ANAK BUAH DISIKSA

Sikap yang dibawa Nico muda, agaknya, terus dilakukan hingga dewasa. Dua anak buahnya; Cheche, 31, dan Iwan, 28, merasakan benar kekejaman pria itu. Kepada polisi, keduanya mengaku pernah disekap dalam rumah mewah Nico di Jl. Kenari Golf Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakata Utara.

“Mereka disekap selama dua bulan karena memiliki utang pembayaran hasil penjualan narkoba sebesar Rp50 juta. Bahkan Cheche ditembak betis kirinya dan wajahya disayat. Nasib serupa juga dialami Iwan yang kerap disundut rokok juga dilukai menggunakan senjata tajam,” ungkap Kapolres Metro Jakut Kombes Andap Budi didampingin Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Achmad Ibrahim. “Mereka itu pengedar ekstasi dan shabu di tempat hiburan malam.”

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Irwan Anwar, mengatakan kekayaan Nico melonjak pesat pada 2 tahun terakhir. Termasuk di antaranya memiliki dua rumah mewah di PIK, Penjaringan. Bahkan, Nico juga diduga memiliki dua kamar di Apartemen Laguna. “Semua itu kami ketahui dari bukti tanda pembayaran listrik dan air yang ditemukan saat penggrebekan. Namun saat diperiksa dua kamar di apartemen itu kosong,” terang Kasat.

Galery Produk Kami :