Senin, 17 Januari 2011 | 19:33 WIB
BANGKALAN, KOMPAS.com - Kapolres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, AKBP Kasero Manggolo, menyatakan, ingin menangkap sendiri pelaku pembacokan terhadap salah seorang anggotanya.
"Saya ingin menangkap sendiri pelaku pembacokan terhadap anggota ketika melakukan penggerebekan di Desa Batangan, sebab perbuatan pelaku sudah keterlaluan," katanya di Bangkalan, Senin (17/1/2011).
Kapolres mengemukakan keinginannya untuk menangkap sendiri pelaku pembacokan anggota, Ipda Rulian Syauri, Kaun Bin Ops (KBO) Reksrim Polres Bangkalan oleh pelaku bernama Mujar (28), warga Desa Batobelle, Kecamatan Geger itu kepada pers di Bangkalan.
Pihaknya merasa dilecehkan sebagai aparat penegak hukum, namun perburuan pelaku hingga kini belum membuahkan hasil.
"Kami telah menerjunkan anggota ke lapangan untuk mencari dan menangkap mujar. Saya yakin, Mujar masih di Madura," ungkapnya.
Menurut Kasero, Mujar merupakan narapidana yang kabur dari lembaga permasyarakatan (LP) Bangkalan. Mujar dijebolskan ke LP karena terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian hewan (curwan).
"Mujar membacok korban dengan celurit. Sabetan tersebut mengenai dada korban, hingga kini korban masih berada di ruang ICU rumah sakit, namun kondisinya sudah mulai membaik," ucapnya.
Pihaknya sudah menutup semua akses yang kemungkinan dilalui oleh pelaku untuk kabur, sebab pelaku merupakan residivis yang terkenal licin dan bisa berbuat nekat.
"Kami tidak memberlakukan tembak di tempat jika menemukan Mujar. Tapi, kalau terdesak, ya terpaksa melepaskan tembakan. Kami akan menangkap pelaku secara profesional dan proporsional," paparnya.
Kasus pembacokan terhadap salah seorang personel Polres Bangkalan Ipda Rulian itu terjadi saat melakukan penggerebekan di rumah persembunyian Mujar dan Sawir (tersangka kasus curwan dan curanmor) di Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah.
Petugas sudah mengepung rumah tersebut, namun ketika petugas hendak menangkap Mujar dan Sawir, keduanya melakukan perlawanan dengan memakai celurit. Petugas pun melepaskan tembakan dan mengenai kaki Sawir.
Mengetahui temannya tertembak, Mujar langsung menghujamkan celurit ke petugas. Posisi Ipda Rulian ketika itu paling dekat dengan Mujar. Akibatnya, pemuda lulusan Akpol ini terkena sabetan celurit di dada hingga perut.
Dalam penggerebekan tersebut, Mujar kabur dari sergapan petugas. Sementara Sawir tertangkap oleh petugas, setelah sempat kabur ke rumah warga.
http://regional.kompas.com/read/2011...ndiri.Pembacok
semoga ketangkep ya pembacoknya pak kapolres, hebat deh klo kapolres bisa man to man ama si pembacok
