Pages

Jumat, 21 Januari 2011

Organisasi Tionghoa di Solo Digandeng LSM Asing, Bantu Tanggap Bencana

Jakarta - Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), organisasi warga etnis Tionghoa di Solo, dipilih International Disaster Response Network (IDLN) sebagai bagian dari jaringan dalam penanggulangan bencana alam di Solo dan sekitarnya.

IDRN adalah organisasi nirlaba yang memfokuskan kerjanya pada penanggulangan bencana alam. Langkah IDRN merintis jaringan komunitas tanggap bencana di Indonesia dimulai dari Surabaya dengan membentuk Humanitarian Assistance Network for Disaster (HAND).

Selanjutnya HAND merekomendasikan PMS sebagai jaringan IDRN di Solo untuk kegiatan serupa. Nantinya IDRN akan terus menggandeng kelompok-kelompok lokal di berbagai daerah dengan target terbentuknya komunitas relawan tanggap bencana dunia.

Ketua HAND, Rukman Santoso, berharap jaringan tersebut akan terus berkembang dan meluas. Dia mengumpamakan jaringan tersebut akan berkembang layaknya bintang-bintang laut, setiap dipotong semakin banyak jumlahnya sehingga membentuk komunitas baru.

"Kalau jaringan ini bisa berjalan, penanggulangan bencana bisa dilakukan lebih cepat dan lintas negara. Kita sangat memerlukan ini karena Indonesia terletak berada di dalam kawasan merah bencana. Selalu banyak korban setiap bencana datang. Ini bukan nasib, tetapi karena kita tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya," ujar Rukman Santoso kepada wartawan di Solo, Jumat (21/1/2011).

Sementara itu PMS mengaku bangga diajak bergabung dalam jaringan internasional tersebut. Apalagi selama ini PMS memang bergerak di bidang sosial.

"Pembentukan jaringan tersebut diharapkan dapat meminimalisasi timbulnya korban jiwa ketika terjadi bencana. Karena masyarakat sudah memiliki kemampuan dasar untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya," ujar Humas PMS, Sumartono Hadinoto.

Langkah pertama dari terbentuknya jaringan tersebut, kata Sumartono, IDRN menggelar pelatihan selama dua hari terhadap 97 orang, yang terdiri dari 77 dari relawan asal Solo dan 20 relawan dari Salatiga. Relawan yang sudah terlatih tersebut selanjutnya diharapkan menularkan pengetahuan tanggap bencana kepada masyarakat.

Salah seorang pemateri dari IDRN, David Bopp, mengatakan pihaknya bertugas memberikan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dan segala persiapan yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana. Materi yang diberikan meliputi pengetahuan yang sifatnya teori maupun pengetahuan teknis.

"Dengan persiapan dan pengetahuan yang cukup maka jumlah korban akibat bencana bisa ditekan. Selain itu, pemberdayaan juga terjadi sehingga masyarakat tidak terlalu tergantung terhadap bantuan pihak luar," ujarnya.
m

Galery Produk Kami :