Pages

Selasa, 18 Januari 2011

President China tiba di USA

Hun Jintao disambut Wapres Joe Biden saat tiba di Washington

Presiden Cina memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari di Amerika Serikat, sebagai sebuah pertemuan yang penting diantara dua negara kuat di dunia.

Pengamat menilai kunjungan Hu merupakan yang terpenting yang dilakukan oleh pemimpin Cina dalam 30 tahun kebangkitan kekuatan militer, ekonomi dan diplomatik Cina.

Hubungan kedua negara juga menegang terkait isu kontrol nilai tukar mata uang, pertikaian perdagangan, hak asasi manusia dan masalah Taiwan.

Pembicaraan diantara kedua negara juga sepertinya akan membahas tentang aktivitas nuklir Korea Utara.

Sebelum pertemuan resmi dimulai Presiden Barack Obama mengundang secara Hu secara pribadi dalam jamuan makan malam di Gedung Putih.

Kemudian diikuti dengan pembicaraan di Ruang Oval dan dilanjutkan dengan makan malam kenegaraan.

Hu akan melanjutkan perjalanan ke Chicago, tempat dimana dia diperkirakan akan menandatangani serangkaian perjanjian perdagangan dan investasi.

Kunjungan Hu di Washington juga tidak sepi dari aksi unjuk rasa. Sejumlah demonstran berkumpul di depan Gedung Putih mengkritik kebijakan Cina di Tibet.

Isu sensitif
Kementerian luar negeri Cina menyebut kunjungan Hu ini merupakan sebuah hal yang penting.

"Kami harapkan kunjungan ini akan mendorong kerjasama yang positif antara Cina dan AS, membuat peta baru dalam hubungan kedua negara dan meningkatkan kerja sama ditingkat baru, kata juru bicara Hong Lei.

Sepertinya ini juga merupakan kunjungan terakhir Hu ke AS sebelum menyerahkan kekuasaan pada tahun 2013.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan kalau Amerika dan Cina berada dalam sebuah masa, dimana pilihan harus dibuat, besar dan kecil, diharapkan bisa memperlancar hubungan kedua negara.

Kedua negara menyadari jurang perbedaan yang mengganggu hubungan selama beberapa tahun terakhir yaitu nilai tukar mata uang yuan, celah yang besar dalam perdagangan, isu hak asasi manusia dan penjualan senjata AS ke Taiwan.

Selama ini AS menuduh Cina memanipulasi dengan menggantung yuan lebih rendah dari nilai tukar mata uang.

AS juga menyatakan memperhatikan dengan seksama perkembangan kekuatan militer AS. Masalah pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Tibet, Uighur dan Taiwan juiga menjadi sorotan dalam pertemuan kali ini.

Awal bulan ini, saat Menhan Robert Gates berkunjung ke Cina, Beijing mengkonfirmasikan kalau telah melakukan uji coba sebuah prototipe pesawat serbu J-20 yang bisa hilang dari radar.

Perjanjian perdagangan antara AS dan Cina diperkirakan mencapai US$400 miliar, atau meningkat US$100 juta dari 30 tahun lalu ketika AS secara formal membuka hubungan dagang dengan negara komunis tersebut.

AS juga mendorong Cina untuk mengeluarkan dana sebesar puluhan miliar dolar untuk membeli pesaway dari Boeing, suku cadang mobil, barang-barang pertanian dan daging.

Sejumlah perjanjian lainnya adalah bidang energi, perlindungan lingkungan, pembangunan infrastruktur dan pertukaran kebudayaan.

Galery Produk Kami :