Pages

Selasa, 18 Januari 2011

Din mendapat kecaman

Upaya tokoh lintas agama yang mengkritisi pemerintah dianggap sebagai upaya pemakzulan. Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dianggap inisiator yang menggerakkan para tokoh agama ini.

Sejak ada berita tentang kebohongan pemerintah yang dilontarkan oleh tokoh lintas agama, kantor Muhammadiyah pada akhir pekan lalu sempat didatangi oleh kelompok mengatasnamakan Arus (Aliansi Rakyat Pendukung SBY).

"Saya langsung sampaikan ke SBY, apakah kelompok ini memang orang-orang SBY atau ada yang memerintahkan. Karena mereka mengatasnamakan SBY. Tapi SBY bilang tidak," ucap Din, di Sekretariat Center for Dialogue dan Coorporation among Civilizations (CDCC), Jakarta, Selasa (18/1/2011).

Selain itu, Din menambahkan ada juga gerakan anti dirinya mengatasnamakan Gadis (Gerakan Anti Din Syamsuddin) yang menyebarkan spanduk dan pamflet anti Din Syamsuddin yang bertuliskan "Din Provokator", dan berbagai spanduk lainnya.

"Saya dianggap ingin memakzulkan pemerintah dengan gerakan tokoh lintas agama. Padahal saya tidak setuju dengan pemakzulan. Itu tidak baik dan jangan kaitkan gerakan tokoh lintas agama dengan pemakzulan,"
ucap Din, yang mengaku juga menyampaikan masalah ini ke SBY saat pertemuan kemarin malam
http://nasional.inilah.com/read/deta...in-bermunculan

Selasa, 18 Januari 2011 | 14:37 WIB
GADIS: Din Syamsuddin Hanya Mengadu Domba Antar Warga Negara

Jakarta, Penyataan dan sikap kritis Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin terhadap berbagai kebijakan pemerintahan SBY mendapat reaksi keras sebagian kalangan. Mereka menilai apa yang disampaikan Din Syamsuddin bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengadu domba antar warga negara.

Demikian dikemukakan oleh Koordinator Gerakan Anti Din Syamsuddin (GADIS), Heru Purwoko di Jakarta, Senin (17/1/2011). Purwoko menyebutkan Din Syamsuddin selalu saja menyebar fitnah, buruk sangka serta berupaya mencari-cari kesalahan pemerintah yang sedang menjalankan mandat dari rakyat.

Atas sikap Din Syamsuddin tersebut, GADIS menggelar aksi pemasangan spanduk di 100 titik di wilayah Jakarta di antaranya: Blok M, Senayan, Pancoran, Gatot Subroto, Sudirman, Slipi, Thamrin, Monas, Kebun Sirih, Harmoni, Gunung Sahari, Senin, Salemba, Matraman, Rawamangun, Cawang, Cililitan, ujar Purwoko.

Dalam spanduk yang dipasang GADIS itu terpampang tuliskan “Din Syamsuddin Segeralah Bertaubat Kembali Ke Jalan yang benar”, “Kami Sudah Muak Dengan Povokasi Din Syamsuddin” dan “Din Provokator Berkedok Tokoh Agama/Intelektual”
http://buletininfo.com/news/4404/

Din: Keliru Saya Dituding Memprovokasi
Selasa, 18 Januari 2011 21:03 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa sikap dan pandangan para tokoh lintas agama adalah sikap bersama. Itu semua karena rasa tanggung jawab para tokoh lintas agama terhadap bangsa dan negara.

Pernyataan itu disampaikan Din di Jakarta, Selasa (18/1), menanggapi sejumlah serangan yang bersifat pribadi terhadap dirinya dan para tokoh agama lainnya terkait kritikan untuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Din mengaku menerima banyak serangan menyusul pernyataan sikap para tokoh lintas agama untuk pemerintahan SBY itu. Bahkan, secara pribadi, dirinya dituding sebagai provokator.

Menurut Din, pandangan itu sangat keliru. Sikap dan pandangan para tokoh agama, baik secara lisan maupun tertulis, adalah sikap dan pernyataan bersama. Dan itu murni dilandasi rasa tanggung jawab para tokoh agama terhadap kelangsungan bangsa dan negara ini.

Serangan yang bersifat pribadi terhadap Din Syamsuddin juga telah dilakukan oleh politisi Partai Golkar yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad. Menurut Fadel, dengan turut dalam penyusunan pernyataan sikap berjudul kebohongan rezim SBY Din Syamsuddin tidak layak disebut sebagai intelektual. Fadel bahkan menyebut Din Syamsuddin sebagai tokoh antagonis

Galery Produk Kami :