Jumlah simcard akan melebihi penduduk
Oleh Sepudin Zuhri | 14 January 2011
JAKARTA: Jumlah kartu simcard pada tahun ini diperkirakan akan melebihi dari jumlah penduduk di Tanah Air 237 juta atau dengan penetrasi mencapai lebih dari 100%.
Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno mengatakan industri telekomunikasi dan information and communications technology (ICT) pada tahun ini telah berubah dengan melakukan transformasi untuk melayani pelanggan dengan model bisnis yang baru.
“serta mencari solusi yang dapat diberikan kepada pelanggan terutama segmen perusahaan atau enterprise,” ujarnya saat penandatangan kerja sama Business Connect Telkomsel-Google, hari ini.
Perubahan tersebut, kata dia, dilakukan oleh operator dengan mencari pelanggan baru yang berbasiskan layanan data internet.
Menurut dia, industri telekomunikasi akan menghadapi keadaan yang tidak nyaman lagi, karena pada tahun ini diperkirakan penetrasi kartu simcard di Indonesia akan melebihi dari 100% dari jumlah penduduk. Kendati seperti itu, lanjutnya, Telkomsel berambisi untuk mendapatkan pelanggan hingga lebih dari 100 juta pelanggan pada 2011.
Sarwoto menjelaskan penetrasi akan sama dengan masa kejenuhan (saturasi), karena jumlah simcard seluruh operator telekomunikasi akan melebih jumlah penduduk. Meskipun, dari jumlah 237 juta penduduk tidak seluruhnya menggunakan simcard, karena ada usia balita.
Menurut dia, solusi yang akan ditempuh oleh operator untuk mengatasi masa kejenuhan tersebut dengan menggunakan multiple simcard yang dapat memberikan peluang lebih besar kepada industri untuk memasuki babak baru.
Babak baru itu, jelasnya, berupa masa pelayanan broadband base service yang segmentasi pasarnya tidak akan lebih lama dibandingkan dengan pasar yang bersifat massal (pelanggan individual). "Kami fokus dalam spesifik market, tidak hanya komunitas saja, tetapi region juga."
Sarwoto berpendapat jika industri telekomunkasi terutama yang berskala kecil mengalami kegagalan, maka cenderung akan melakukan proses konsolidasi atau merger.
Dia memberikan alasan di mana pasar kapital di bursa pada 2010 ditutup dengan kenaikan sebesar 46%, sedangkan industri telekomunikasi tetap berjalan di tempat.
"Saturasi sudah ada di benak para analis, sehingga operator harus spesifik pada segmen enterprise [pelaku usaha]. Kami juga sedang menggarap komunitas lain seperti perbankan," jelasnya.
Peluang pasar enterprise besar, kata dia, mengingat lebih dari 50.000 perusahaan skala kecil dan menengah yang dapat menjadi pelanggan dengan memberikan layanan bisnis kepada perusahaan-perusahaan tersebut.
