Pages

Rabu, 19 Januari 2011

Mendag Ngotot Hapus Bea Masuk Impor Pangan

Mendag Ngotot Hapus Bea Masuk Impor Pangan
Ngakunya Untuk Melindungi Petani
Kamis, 20 Januari 2011 , 03:01:00 WIB


RMOL.Meski kebanjiran kritik dan penolakan terkait kebijakan penghapusan bea masuk impor pangan, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu keukeuh akan melaksanakan kebi*jakan tersebut.

Mari mengatakan, kebijakan pembebasan bea masuk impor pangan itu hanya akan diterapkan dalam jangka waktu tertentu.

“Tapi saya belum tahu kepu*tusannya berapa lama, tunggu ra*pat pleno saja,” ujar Mari di kan*tornya, kemarin.

Menurut dia, kebijakan pe*me*rintah untuk menghapuskan bea masuk impor pangan bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan.

“Jadi, ada jangka waktu dan sebelum jangka waktu berakhir pasti ada evaluasi. Kami tidak tahu sampai berapa lama harga tinggi ini berakhir,” katanya.

Mari menjelaskan, pem*be*ba*san bea masuk komoditas pangan bisa saja dilakukan dalam jangka satu tahun atau dua tahun selama harga komoditas pangan tinggi.

Namun, pemerintah akan me*ng*evaluasi penerapan kebijakan tersebut dengan melihat per*kembangan dan dinamika harga komoditas pangan pokok.

“Yang pasti sebelum satu ta*hun atau dua tahun itu kami eva*luasi posisi harga dunia seperti apa, baru kami putuskan apakah akan dilanjutkan atau sudah cukup,” ucap Mari.

Intinya, saat harga komoditas pangan tinggi, pemerintah me*nurunkan bea masuk impor ko*moditas pangan untuk meredam kenaikan harga pangan dalam negeri.

Kebijakan tersebut untuk me*lindungi petani dalam negeri. Tapi, dalam posisi harga tinggi selain memperhatikan per*lin*du*ngan bagi petani, peme*rin*tah juga harus menjaga supaya harga ke konsumen tidak tinggi.

Selain kebijakan tersebut, kata Mari, pemerintah juga mene*rap*kan kebijakan lain untuk me*ngu*rangi dampak kenaikan harga pangan, seperti penyaluran beras bersubsidi bagi masyarakat ku*rang mampu melalui program beras untuk rakyat miskin (ras*kin) dan operasi pasar (OP) beras.

Untuk program lainnya, pe*merintah juga sedang meng*ga*lakan Program Nasional Pem*berdayaan Masyarakat (PNPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu ma*syarakat kurang mampu meng*atasi dampak kenaikan harga pangan.
http://ekbis.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=15611

----------------

Menteri yang satu ini memang tak punya perasaan sama sekali, di tengah kesulitan sebagian rakyat kecil akibat mahalnya pangan dan energi, tidak berupaya untuk meredamnya, malahan secara frontal berupaya melawan arus. Apa tidak bisa sih kebijakan liberalisasi semacam itu ditunda 2-3 tahun lagi, toh masih menjabat 4 tahun lagi, bukan? Gaya-gaya Menteri KIB II yang seperti inilah, yang tanpa sadar, terus menggerogoti wibawa Pemerintahan SBY dan menjatuhkan citra Presidennya, tanpa disadarinya (atau justru sebaliknya, sang Menteri menyadari betul efek dari kebijakannya melawan arus kritik di dalam negeri itu. Lalu maunya apa?)

Galery Produk Kami :