Presiden SBY tiga kali mendarat di Bandara Silangit Siborong-borong, Sumut. Pendaratan terakhir hari ini dirasa lebih baik dari dua pengalaman sebelumnya. Namun, SBY tetap merasa ada yang perlu ditingkatkan dari bandara tersebut.
Hal ini disampaikan SBY saat memberikan sambutan di hadapan ratusan warga Toba Samosir sekaligus meresmikan Museum Batak dan PLTA Asahan I. Bagi SBY, kawasan di sekitar danau Toba, perlu akses keterhubungan udara yang cukup baik agar mudah didatangi siapa pun.
"Keterhubungan udara mesti ditingkatkan. Tadi pagi saya mendarat di Bandara Silangit, meskipun lebih baik dari mendarat 2 kali sebelumnya, bandara tersebut mesti kita tingkatkan," ujar SBY di TB Silalahi Center, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumut, Rabu (18/1/2011).
Bagi SBY, danau Toba merupakan kawasan yang memiliki potensi wisata dan perekonomian yang tinggi. Jika ditunjang dengan infrastuktur hubungan udara yang baik, apalagi ditambah kelistrikan yang menunjang, maka investor akan berdatangan.
Selain itu, SBY juga meminta perbaikan kualitas lingkungan. Terutama dalam hal penebangan hutan agar tidak gundul. Diperlukan sebuah program berkala, seperti penanaman pohon agar kawasan Toba tetap bisa lestari keindahannya.
"Program penanaman satu miliar pohon harus terealisasi dan ditingkatkan setiap tahun," tegasnya.
Pagi tadi, rombongan pesawat yang ditumpangi SBY sempat shock karena pendaratan yang kurang sempurna di Bandara Silangit. Landasan yang pendek membuat pesawat harus melakukan pengereman maksimal hingga mencapai ujung landasan.
Dari Wikipedia, disebutkan Bandara Silangit Siborong-borong merupakan salah satu dari 7 bandara di Propinsi Sumatera Utara dengan letak di tengah-tengah antara 8 kabupaten di sekitar Kawasan Danau Toba. Bandara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.600 m x 27 m. Jarak dari pusat kota sekitar 7 km.
Bandara dibangun di masa penjajahan Jepang, dan pembangunan kembali dilakukan tahun 1995-1997. Pada tahun 2003-2004, akhirnya bandara itu memiliki landasan pacu 1.600 meter. Pada 2005, pengoperasian Bandar Udara Silangit diresmikan oleh Presiden SBY.
Landas pacu bandara ini sebenarnya mampu didarati pesawat badan lebar sejenis Boeing. Namun harus mengurangi bagasi dan bahan bakar.
