Seorang wanita lanjut usia (lansia), Fatimah Abdullah (70) warga Desa Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Bireuen, Selasa (18/1/2011) sekira pukul 08.30 WIB, ditemukan tewas dalam kondisi leher tergorok. Korban dinyatakan hilang sejak Senin (17/1/2011) sekira pukul 16.00 WIB saat menggembalakan lembu di belakang rumahnya.
Belakangan tersiar rumors, kematian Nek Fatimah--demikian korban biasa dipanggil--bermotif perampokan. Wanita uzur yang tetap fit itu selama ini dikenal sering membawa bawa emas sekira 35 mayam atau setara satu ons lebih di dalam kantongan kain yang senantiasa ia selipkan di pinggang.
Selain itu juga dikatakan bahwa korban juga membawa-bawa uang kontan Rp 10 juta yang juga ia selipkan di kantong kain itu. Pihak keluarga menyatakan, emas dan uang kontan itu turut raib, ketika korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Berat dugaan, korban juga dihabisi di tempat lain sebelum dicampakkan di lokasi tersebut. Lebih dari itu, diduga kobran dihabisi oleh lebih dari satu orang. Sejauh ini polisi terus mengendus jejak pelaku pembunuhan sadis tersebut.
Kasus pembunuhan wanita lanjut usia, adalah yang kedua di Peusangan Siblah Krueng. Sebelumnya, seorang wanita lanjut usia yang juga sudah lama menjanda, Nurcahaya Buddin (65) warga Desa Dayah Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis 22 Juli 2010 lalu, ditemukan sudah meninggal di rumahnya dengan luka gorok di leher dan mulut. Sampai saat ini polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.
Keterangan diperoleh di Desa Cot Saleut pedalaman Peusangan Siblah Krueng, kemarin sore, seperti biasa Fatimah yang sudah lama menjanda membawa lembu ke belakang rumah. Walau telah renta, Fatimah masih mampu mendaki perbukitan terjal untuk mengembalakan lembu.
“Mak membawa lembu sekitar pukul 16.00 WIB ke belakang rumah, sampai sore tidak kembali lagi, kami keluarga bersama seluruh masyarakat mencari korban menjelang shalat Magrib namun tidak ditemukan,” seperti diakui Jamilah (40) salah seorang anak korban, kemarin, kepada anggota Polres Bireuen, Pol Pos Peusangan Siblah Krueng yang turun ke lokasi kejadian.
Usaha pencarian yang melibatkan ratusan warga terus dilakukan hingga Selasa (18/1) dinihari. Saat itu beredar isu jika korban diculik sejumlah pria saat membawa lembu ke perbatasan Desa Cot Saleut dan Mampre Kecamatan itu.
Kemarin pagi, Jamilah bersama suaminya Mudhani melakukan lagi usaha pencarian korban. Akhirnya nasib korban dapat dipastikan sekitar pukul 08.30 WIB, ketika ditemukan sudah meninggal bersimbah darah di kawasan perbukitan terjal tak jauh dari rumahnya.
Temuan itu menggegerkan masyarakat, ratusan warga menuju lokasi temuan itu, namun tidak semua orang sanggup menaiki perbukitan yang terjal dan licin. Korban tergeletak di semak-semak belukar kaki ke utara, sedangkan kepalanya miring ke selatan, luka gorok di leher terlihat jelas.
“Padahal semalam sudah melintasi kawasan itu, namun tidak kelihatan karena semak belukar,” kata Nazaruddin selaku Sekdes Cot Saleut yang didampingi Mudarman selaku ketua PMI Ranting Peusangan Siblah Krueng.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di kawasan itu, seorang janda tua bernama Nurcahaya Buddin (65) warga Desa Dayah Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis 22 Juli 2010 lalu lalu ditemukan sudah meninggal di rumahnya dengan luka gorok di leher dan mulut sampai sekarang belum terungkap siapa pelakunya. (*)
http://www.tribunnews.com/2011/01/19...-tewas-digorok
